Latest Post

Panduan Lengkap Cara Budidaya Kambing Etawa

Apa kabar sahabat ternak, semoga senantiasa baik-baik saja ya. Kali ini kami ingin mengajak sobat untuk mengetahui lebih dalam mengenai ternak kambing etawa. Jika sebelumnya kami telah memposting artikel tentang kambing etawa, maka kali ini kami ajak sobat untuk belajar bagaimana cara budidaya kambing etawa. Selain sebagai kambing penghasil susu dan kambing pedaging, merupakan kambing yang bagus untuk dikoleksi atau dikonteskan. Di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah banyak para peternak kambing yang beralih menjadi peternak kambing etawa. Terutama etawa super atau etawa unggulan. Dan peminat kambing etawa baik hobis maupun pasar pedaging juga tidak pernah sepi. Pasar lokal maupun pasar ekspor siap menampungnya. Inilah yang membuat kita yakin bahwa pasar kambing etawa tidak akan pernah sepi peminat.

Melihat fenomena ini, peluang budidaya kambing etawa juga terbuka lebar untuk kita terjuni. Bisnis ini juga cocok bagi para karyawan yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan. Namun, sebelum masuk dalam bisnis ini, baiknya kita persiapkan hal - hal yang diperlukan sehingga nantinya kita tidak perlu direpotkan oleh kebutuhan kecil yang dibutuhkan. Diantaranya :
  1. Kita wajib melihat visi ke depan dan pasar yang kita tuju. Apakah kambing etawa kita akan diambil dagingnya, susunya, atau dijadikan sebagai kambing kontes. Karena perawatan untuk masing-masing jenis tersebut berbeda-beda.
  2. Gali informasi sebanyak mungkin kepada rekan atau orang yang lebih dulu menerjuni bisnis ini. Karena dengan begitu kita sedikit banyak akan tahu kesulitan dan kelebihan dalam budidaya kambing etawa.
  3. Buatlah catatan mengenai anggaran biaya untuk usaha. Untuk awalan, jangan terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli banyak kambing indukan. Secukupnya karena dengan pengalaman nantinya anda akan semakin matang.
  4. Pelajari lokasi kandang dan media dari peternak kambing yang anda kenal. Banyaklah bertanya tentang kelembaban, kesuburan rumput, hama, dll. Sehingga anda dapat mencari tempat yang sesuai dengan habitat terbaik kambing etawa.
  5. Persiapkan obat-obatan dan rajin-rajinlah berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat. Bila perlu anda dapat berkonsultasi dengan Dinas Peternakan setempat.
  6. Bila ada seminar atau workshop tentang ternak, dapat anda ikuti agar menunjang ilmu anda sehingga tidak kebingungan jika nantinya ada kendala dalam beternak.
  7. Berdoa dan siap mental merupakan kunci sukses dalam ternak kambing etawa.
Setelah memahami dan menerapkan beberapa hal diatas, barulah kita bisa mulai action untuk beternak kambing etawa. Kelebihan beternak kambing daripada hewan lain adalah umurnya yang panjang, dapat dipanen dalam waktu relatif pendek dan tidak perlu lokasi yang luas. Usaha kambing juga merupakan salah satu upaya kita untuk membuka lapangan usaha baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Budidaya Kambing Etawa

Memelihara kambing etawa pada dasarnya hanya terdiri dari tiga hal. Pengadaan,Pakan dan Pelaksanaan. Jika kita dapat melakukan ketiga hal tersebut dengan baik, maka segalanya akan baik - baik saja. Namun tidaklah mudah, terutama dalam pelaksanaan. Biasanya tetap ada kendala berupa apapun. Kita dituntut untuk sabar dan sering belajar pada peternak senior di Daerah kita.

Pengadaan Induk/Bibit Etawa

Dalam pengadaan kambing hendaknya kita beli indukan atau bibit dari peternak yang sudah terpercaya. Karena dengan begitu kita dapat mengetahui track record dari kambing tersebut. Kambing yang bagus untuk kita gunakan sebagai pejantan adalah memiliki punggung yang lurus/tidak bengkok, tubuh yang besar dan gagah, kaki yang kokoh, berumur lebih dari 1,5 tahun dan tidak ada cacat. Sedangkan indukan etawa yang bagus menurut para peternak pada umumnya adalah Jinak, kaki lurus, berputing dua buah, bertubuh proporsional dan simetris lurus, tumit cenderung tinggi dan sehat tanpa cacat. Berikan vitamin setibanya kambing di lokasi/kandang hingga beberapa hari. Karena dapat mencegah penyakit dalam proses adaptasi di lingkungan yang baru.

Pakan Kambing Etawa

Pemberian pakan pada budidaya kambing etawa tidak dapat sama ratakan. Harus kita sesuaikan dengan kebutuhan gizi pada usia tertentu. Sebisa mungkin pakan mengandung, protein, vitamin, karbohidrat, mudah dicerna dan tentunya mudah didapat sekaligus murah. Pakan kambing di pedesaan pada umumnya adalah rumput/hijauan dengan diselingi kacang-kacangan yang mengandung vitamin dan mineral. Namun sekarang sudah banyak yang menggunakan pakan buatan yang melalui beberapa proses. Karena mengandung gizi lebih tinggi dan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi kambing etawa. Baca artikel tentang pakan fermentasi kambing.
Tidak ada kententuan/rumus dalam pembuatan pakan bagi kambing. Namun umunya para peternak etawa menggunakan perbandingan sebagai berikut : Bekatul dan Konsentrat dibuat dengan perbandingan 3: 1. cara lain adalah dengan menggunakan bekatul sebanyak 50% dicampur bungkil kelapa sebanyak 25%, sisanya campuran antara bungkil kacang tanah dan kapur. Selingi dengan rumput sebagai pakan tambahan.
Pemberian rumput juga harus kita kira-kira dengan berat badan kambing. Maksimal pemberian pakan tambahan/rumput 15% dari berat badan kambing. Untuk merangsang dan mempercepat pertumbuhan kita bisa menambahkan vitamin dan premix yang banyak tersedia di toko peternakan. Berikan pakan secukupnya sebanyak 2x sehari pagi dan sore secara rutin agar kesehatan kambing tetap terjaga.
Untuk Air, berikan takaran 2 liter per ekor per hari nya. Tambahkan garam yodium secukupnya juga pada air minum.

Pelaksanaan Ternak Kambing Etawa

  1. Kandang Kambing Etawa : Syarat utama kandang bagi kambing etawa adalah kebutuhan sinar matahari yang cukup, bersih, agak jauh dari rumah dan hawa angin dapat masuk sebagai ventilasi. Tujuan terkena sinar matahari yaitu mencegah kotoran dan bakteri yang cepat tumbuh di lingkungan kandang. Untuk pembuatan kandang akan kami posting pada artikel selanjutnya.
  2. Kambing Etawa setidaknya dapat beranak 3 kali dalam dua tahun. Tapi usahakan agar kambing dapat beranak lebih banyak dari itu. Oleh karena itu hal yang harus jadi patokan anda dalam cara budidaya kambing etawa adalah usia kambing bisa disebut dewasa pada usia setengah tahun sampai satu tahun. Kawinkan setelah usia benar - benar matang, yaitu antara 11-12 bulan. Kadang ada pula yang 10 bulan sudah matang dan dewasa. Bobot harus lebih dari 50kg pada usia produksi tersebut. Birahi kambing adalah selama 1-2 hari dan dapat siklus itu dapat bertahan selama 2 atau 3 minggu.  Tanda bila kambing mulai birahi adalah kambing terlihat mondar - mandir karena merasa gelisah, kurang doyan makan, ekor terus bergerak dan dikibaskan, kemauan membesar dan terus bergerak(diam bila kambing dinaiki), buang air kecil tidak teratur/sering.
  3. Waktu bunting dari indukan/kambing betina adalah kurang lebih 5 bulan, dan masa melahirkan sampai masa istirahat adalah 2 bulan. Pada saat - saat tersebut jagalah pola makan dan kebersihan kambing. Apabila kita kurang memperhatikan kebersihan dan pola makan, dikhawatirkan kambing akan cacingan dan terkena skabies/kudisan.
  4. Setelah memasuki masa panen dan berhasil, terus rawat dan tingkatkan produksi dan budidaya. Karena semua bagian dari kambing etawa baik itu daging, susu, kotoran dan kulitnya akan laku dijual. Biasanya pada usia lebih dari 1,5 tahun berat badan kambing sudah sulit untuk naik lagi. Pada saat itu, siasati penjualan saat kambing sedang naik daun. Dengan begitu kambing tetap dapat terjual dengan harga yang lumayan. Perkiraan harga kambing dapat dihitung dari berat x 50 persen karkas x harga daging kambing eceran.
Demikian artikel kami mengenai cara ternak kambing etawa. Semoga dapat memotivasi dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk ternak kambing dan budidaya. Apabila ada pertanyaan silahkan berkomentar atau contact kami langsung melalui email hobbyternak@gmail.com. Salam ternak sobat :)
 

Galeri Gambar Kambing Lokal Terlengkap

Galeri Gambar/Foto kambing lokal ini kami dedikasikan untuk para peternak dan pecinta kambing agar mengenal lebih dekat tentang ciri-ciri jenis kambing serta menambah koleksi gambar ternak.


Kambing Boer
Kambing 'Boer' yang berarti petani, merupakan kambing yang berasal dari negara Afrika Selatan namun sudah banyak diternak di beberapa daerah di Indonesia. Kambing Boer merupakan kambing pedaging sejati karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan perawatannya yang mudah.

 koleksi foto gambar kambing boer terlengkap - usahaternak      koleksi foto gambar kambing boer terlengkap - usahaternak      koleksi foto gambar kambing boer terlengkap - usahaternak




Kambing Boerawa
Kambing Boerawa merupakan kambing hasil persilangan kambing Boer dan kambing Peranakan Etawa (PE). Nama Boerawa sendiri merupakan gabungan dari nama (Boer + Etawa). Kambing jenis ini banyak ditemukan di daerah Lampung, Sumatera Selatan. 

koleksi foto gambar kambing boerawa boer-etawa terlengkap - usahaternak     koleksi foto gambar kambing boerawa boer-etawa terlengkap - usahaternak     koleksi foto gambar kambing boerawa boer-etawa terlengkap - usahaternak




Kambing Etawa
Kambing Etawa atau dikenal dengan sebutan kambing Jamnapari dikenal sebagai kambing pedaging dan penghasil susu. Kambing jenis ini dapat dikenali dari bentuk dahi dan hidung yang nampak cembung serta berbadan besar dengan telinga memanjang ke bawah. Kambing jenis Etawa bisa menghasilkan susu kambing hingga 3 liter per hari. 
kompilasi foto gambar kambing india etawa terlengkap - usahaternak      kompilasi foto gambar kambing india etawa terlengkap - usahaternak      kompilasi foto gambar kambing india etawa terlengkap - usahaternak





Kambing Gembrong

Kambing Gembrong merupakan kambing yang berasal dari daerah Karangasem, Bali bagian timur. Ciri fisiknya dapat dengan mudah dikenali dari bulunya yang lebat dan panjang serta mengkilap. Setiap 1 tahun sekali bulu kambing Gembrong harus dipotong agar tidak mengganggu aktivitasnya.

kompilasi foto gambar kambing gembrong bali karangasem terlengkap - usahaternak     kompilasi foto gambar kambing gembrong bali karangasem terlengkap - usahaternak     kompilasi foto gambar kambing gembrong bali karangasem terlengkap - usahaternak




Kambing Gibas
Kambing Gibas merupakan jenis kambing yang paling umum ditemui, Dengan bulu yang tebal kambing ini banyak dikategorikan sebagai domba. Ada pula yang menyebutnya domba ekor gemuk. Ciri fisik kambing ini ada pada bulunya yang keriting, tidak bertanduk, dan baunya yang khas. Kambing ini biasanya diberi pakan rumput-rumput liar dengan dilepas di padang rumput.

kompilasi foto gambar kambing wedus gibas terlengkap - usahaternak    kompilasi foto gambar kambing wedus gibas terlengkap - usahaternak    kompilasi foto gambar kambing wedus gibas terlengkap - usahaternak




Kambing Jawarandu
Kambing Jawarandu merupakan jenis kambing yang setipe dengan kambing Etawa, yaitu tipe kambing pedaging dan penghasil susu. Yang membedakan adalah kambing Jawarandu memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dengan telinga lebar terbuka dan panjang.

kompilasi foto gambar kambing jawa randu terlengkap usahaternak    kompilasi foto gambar kambing jawa randu terlengkap usahaternak    kompilasi foto gambar kambing jawa randu terlengkap usahaternak




Kambing Kacangan
Kambing kacang adalah ras unggulan kambing pertama yang ada di Indonesia. Kambing ini dapat dikenali dari bulunya yang lurus pendek, dua tanduk pendek, dan tubuh yang relatif kecil. 

kompilasi foto gambar kambing wedhus kacang terlengkap usahaternak    kompilasi foto gambar kambing wedhus kacang terlengkap usahaternak




Kambing Kosta
Kambing Kosta merupakan jenis kambing persilangan dari kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing daerah Asia Tengah). Kambing jenis ini banyak ditemukan di daerah sekitaran Jakarta dan Banten. Ciri fisiknya berbadan sedang, dengan tanduk dan bulu pendek. Yang menarik adalah pola warna tubuhnya yang didominasi oleh 2 warna atau lebih.

kompilasi foto gambar kambing kosta, kacang khasmir terlengkap usahaternak     kompilasi foto gambar kambing kosta, kacang khasmir terlengkap usahaternak     kompilasi foto gambar kambing kosta, kacang khasmir terlengkap usahaternak



Kambing Peranakan Etawa (PE)
Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan kambing dari hasil silangan kambing Etawa murni dengan kambing Lokal/kacang. Sepintas wujudnya mirip dengan kambing Etawa murni hanya mengalami ukuran yang sedikit lebih kecil dari Etawa murni. Seperti halnya kambing Etawa, kambing PE juga jenis kambing pedaging dan penghasil susu.
kompilasi foto gambar kambing PE peranakan etawa terlengkap usahaternak    kompilasi foto gambar kambing PE peranakan etawa terlengkap usahaternak     kompilasi foto gambar kambing PE peranakan etawa terlengkap usahaternak




Kambing Saanen
Kambing Saanen merupakan jenis kambing yang berasal dari negara Switzerland (Swiss), dapat dikenali dari ciri-ciri fisiknya yaitu berwarna putih berbulu pendek dan wajah segitiga dengan hidung lurus. Kambing jenis ini dikenal sebagai kambing penghasil susu. Pada kambing Saanen betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk. 

galeri foto gambar kambing saanen swiss terlengkap usahaternak    galeri foto gambar kambing saanen swiss terlengkap usahaternak    galeri foto gambar kambing saanen swiss terlengkap usahaternak


Sekian dulu Galeri Gambar/Foto kambing lokal dari usahaternak, untuk update galeri hewan ternak lainnya akan segera kami hadirkan untuk anda. Salam Ternak!!
Sumber: http://www.usahaternak.com
 

Membuat Pakan Fermentasi Ternak Kambing

Dalam ternak budidaya kambing di era modern, diperlukan beberapa teknik da kejelian dari para peternak kambing untuk mendapatkan hasil maksimal pada produksi kambing berkualitas. Selain faktor-faktor seperti cara pemilihan bibit kambing, cara membuat kandang, manajemen ternak dan banyak lagi faktor yang menentukan atas keberhasilan dalam beternak. Salah satu bentuk inovasi yang menentukan dan paling dominan berpengaruh keberhasilan para peternak kambing modern adalah pengadaan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah seperti jerami dan pohon pisang (debog). Proses pembuatannya yang sangat mudah membuat para peternak kambing tanpa perlu berpikir panjang untuk memeilih jenis pakan organik dan ampuh pada pertumbuhan kambing.
Cara membuat pakan ternak kambing fermentasi (jerami, batang pohon pisang) cukup mudah. Cara pembuatan ini memang dibuat dengan sesederhana mungkin, namun hasilnya sangat luar biasa dan terbukti bisa menaikan berat badan kambing sekitar 2–4 kg selama waktu 10 hari.


 Panduan Membuat Fermentasi Limbah Jerami Untuk Pakan Ternak Kambing
Pakan alternatif ternak, hasil fermentasi jerami dan debog
Kelebihan dari pakan ternak kambing fermentasi antara lain:
1. Bobot ternak cepat bertambah secara alami, gemuk, dan sehat.
2. Daging kambing lebih berisi serta rendah kolesterol.
3. Kotoran kambing tidak bau sehingga tidak mencemari udara lingkungan.
4. Kotoran dan urine kambing bisa digunakan sebagai pupuk kandang dan biogas alami.
Cara pembuatan pakan fermentasi kambing:
1. Jerami/Pohon Pisang (debog, sebagai alternatif jerami) dipotong-potong/dicacah kecil-kecil. Jumlah air untuk fermentasi basah (gedebog) cukup 1 liter dan jumlah air untuk fermentasi kering (jerami) sebayak 10 liter
2. Campurkan bahan utama yaitu jerami/pohon pisang, Ampas tahu dan Katul
3. Masukkan larutan yang berisi gula pasir dan parutan nanas 1 buah, aduk rata dan diamkan sejenak selama kurang lebih 15 menit, kemudian masukan kedalam air ±10 liter lalu siramkan secara merata ke dalam campuran pakan, kemudian sebagai tambahan taburkan garam dan aduk lagi terus menerus hingga semuanya tercampur rata.
4. Masukan Pakan kedalam ember/drum plastik lalu tutup dengan terpal/plastik tujuannya agar kedap udara selama kurang lebih 1 hari jika menggunakan bahan jerami (Kering) dan jika menggunakan bahan batang pohon pisang/debog (Basah) cukup 1-3 jam.
5. Pakan fermentasi siap untuk diberikan pada ternak kambing atau sapi setiap pagi dan sore.
Demikian cara pembuatan pakan fermentasi jerami untuk ternak, bisa diterapkan untuk kambing, sapi, atau mamalia sejenis. Semoga bermanfaat bagi sahabat usahaternak.
 

Prospek Cerah Ternak Kambing Sebagai Bisnis

Sekarang mari kita lihat potensi dan analisa usaha ternak kambing. Kebanyakan dari anda sudah pasti doyan makan sate kambing. Coba anda hitung penjual sate dan gulai kambing di daerah anda. Bisa dipastikan tiap - tiap gang di kota anda pasti berjejer penjual sate kambing. Belum lagi restoran - restoran dan hotel yang secara kontinyu menggunakan kanbing sebagai menu andalannya. Jadi bisa dipastikan bahwa kambing pun tidak pernah kehilangan pasarnya walau tidak dalam suasana hari raya qurban. Tinggal bagaimana kita beternak kambing sebaik mungkin sehingga kualitas kambing kita diakui oleh para penampung.

Kelebihan lain dari bisnis kambing adalah kita tidak perlu menunggu lama untuk kambing memasuki usia dewasa. Selain mudah dalam memeliharanya, modal yang dibutuhkan juga tergolong kecil. Dalam 2 tahun seekor kambing betina dapat beranak hingga tiga kali. Bayangkan profit yang bisa kita dapatkan. Usaha ternak kambing banyak ditekuni masyarakat pedesaan karena kambing adalah hewan yang tahan banting. Mereka dapat beradaptasi dengan segala iklim. Pun tidak mudah terserang penyakit. Bandingkan dengan sapi yang sedikit - sedikit mudah terkena diare.

Untuk hari raya idul adha saja bisa dipastikan jutaan kambing laris diburu masyarakat. Pasar permintaan daging kambing juga masih terbuka lebar. Selain itu susu dan kotoran kambing juga dapat dipasarkan dalam bentuk susu kambing dan pupuk kandang. Bahkan banyak pula yang baru setahun menekuni usaha ternak kambing hasilnya sudah kentara. Seorang peternak besar bahkan berani berinvestasi sebesar 300 juta rupiah untuk membeli kambing unggulan. Diantaranya kambing etawa, boer dan kabing sanen. Tentunya tidak semua dipasarkan sebagai pedaging, hanya etawa jantan dan boer. Jenis etawa betina dan sanen dipasarkan dalam bentuk susu kambing. Selain itu kita juga dapat mencari untung dengan mengikutkan kambing pada kontes kambing, selain dapat mendongkrak nama kita dalam bisnis kambing, harga kambing pun dapat terangkat dan diincar banyak orang.

Produksi kambing sangat singkat dan mudah. Dalam usia 8 bulan seekor kambing sudah dapat diperah susu nya dan diolah. Sedangkat untuk pedaging, usia satu tahun sudah dapat disembelih dan dipasarkan dagingnya. Rata - rata produksi susu kambing perah adalah 20 liter per ekor. Sedangkan daging masih harus menghitung umur kambing dahulu sebelum dipasarkan dagingnya. Seekor kambing etawa berusia 6 bulan lebih dengan tinggi 60cm dapat dijual dengan harga 1 juta rupiah. Pejantan super usia delapan bulan dapat dijual seharga 1,5 juta rupiah. Sedangkan etawa berusia diatas satu tahun dapat dipatok harga 2,5 juta rupiah. Puncaknya pada usia siap kawin, seekor kambing dengan tinggi 95 cm dapat menembus harga 5 juta rupiah per ekor. Menggiurkan bukan?.

Dengan perawatan yang baik dan pengawasan intensif dari dinas peternakan, kita dapat menjaga kualitas kambing kita. Jangan main - main dalam bisnis ternak kambing. Dalam hal pemberian pakan pun perlu kita jaga. Bukan sembarang daun dan tumbuhan bisa kita berikan. Kebanyakan para peternak kelas atas menggunakan daun mahoni dan ampas tahu sebagai pakan. Jika kita kesulitan kita bisa berkonsultasi dengan dinas peternakan setempat. Bila perlu kita panggil dokter hewan setiap bulan untuk mengecek kesehatan dan pertumbuhan kambing kita. Bisnis kambing memang gampang - gampang susah. Bagi pemula diperlukan ketelatenan dan kesabaran untuk dapat berhasil. Selain itu diperlukan juga hitung - hitungan yang matang sebelum menekuni bisnis ini. Dengan serius dalam ternak kambing, kita juga dapat berpartisipasi aktif dalam membentuk sentra peternakan kambing di tiap - tiap daerah dan nama kita akan semakin berkibar nantinya.

Demikian analisa usaha ternak kambing. Semoga dapat menginspirasi anda dalam berpikir matang mengenai bisnis kambing. Jangan buru - buru melihat keuntungan bisnis kambing yang kita dapat. Sesuaikan dengan modal dan lahan yang ada. Banyak-banyaklah bertanya dan konsultasi pada pakar yang lebih dahulu menekuni bisnis ini. Salam sukses ternak :)
 

Pertanian India Versus Indonesia

Pertanian India Versus Indonesia 
Wulan Widi Ifafah - detikNews

Jakarta - Indonesia adalah bagian Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa yang beriklim tropis, memiliki tanah yang subur serta luas yang selalu dijuluki sebagai Negara agraris.

Konsep negara agraris sendiri merupakan sebuah negara yang terkenal dengan hasil pertanian atau negara "Petani". Mentri pertanian Dr. Ir. H. Suswono pernah mengatakan, "Tak ada negara yang dapat mengabaikan sektor pertanian. Secanggihnya teknologi saat ini, belum ada yang mampu menggantikan pangan" Senin, (17/9).

Indonesia yang dijuluki sebagai Negara agraris tentunya harus mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri bahkan menjadi salah satu pengekspor terbesar komoditas pangan dunia.

Namun perjalanan pembangunan pertanian di Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari segi kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional.

Pada masa Orde Baru, Indonesia berhasil berswasembada pangan dengan bantuan gerakan revolusi hijau. Namun, keberhasilan tersebut hanya bertahan selama lima tahun yaitu pada tahun 1984 hingga 1989.

Kini Indonesia dihadapi berbagai macam permasalahan terkait dengan pertanian berupa kesenjangan ekonomi, penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan, minimnya ketersediaan infrastruktur penunjang pertanian, lemahnya sistem alih teknologi, keterbatasan akses layanan usaha, panjangnya mata rantai tata niaga pertanian dan lain sebagainya.

Sebaliknya, India yang sebelumnya mengimpor komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan negaranya, kini menjadi salah satu penghasil terbesar komoditas pangan di dunia.

Bahkan sebagai juara eksportir beras dunia mengalahkan Vietnam dan Thailand. Mengapa India dengan jumlah penduduk terbesar ke-2 di dunia itu mampu menjadi penghasil terbesar komoditas pangan tingkat dunia?

Kemajuan Pertanian di India

Sebelum pertengahan 1960-an India mengandalkan impor dan bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, dua tahun kekeringan yang parah yaitu pada tahun 1965 dan 1966 meyakinkan India untuk mereformasi kebijakan pertanian dan bahwa India tidak bisa bergantung pada bantuan asing untuk memenuhi kebutuhan pangan negerinya.

India mengadopsi reformasi kebijakan yang difokuskan pada tujuan swasembada gandum yang merupakan bahan makanan pokok disamping beras. Hal ini menghantarkan pada Revolusi Hijau di India.

Dimulai dari keputusan mengadopsi bibit unggul, varietas gandum tahan hama dan dengan pengetahuan pertanian yang lebih baik, India berupaya meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Lebih dari 50 tahun sejak kemerdekaannya, India telah membuat kemajuan besar menuju ketahanan pangan. Upaya yang dilakukannya ialah medukung kebijakan makro di bidang pertanian baik dari segi infrastruktur maupun dari segi sumber daya manusianya.

India sangat tergantung musim karena secara geografis beberapa wilayah di India memiliki iklim yang berbeda-beda sehingga produktifitasnya pun berbeda-beda

Dari segi infrastruktur, India memfokuskan pada sistem irigasi yang memerlukan modal dalam jumlah besar seperti bendungan besar, kanal panjang dan sistem irigasi skala besar lainnya yang berbasis pada investasi publik.

Antara tahun 1951 dan 1990, hampir 1.350 irigasi besar dan menengah dimulai dan sekitar 850 telah diselesaikan hampir di seluruh wilayah India.

Jika bukan karena keterlibatan pemerintah yang besar dalam menyimpan air untuk irigasi pertanian, maka dipastikan banyak daerah yang akan mengalami kekeringan karena pertanian di india sangat bergantung pada musim. Ketergantungan pada musim hujan ini cukup berisiko karena rata-rata curah hujan yang diterima bervariasi di setiap daerah.

Dari segi sumber daya manusianya, India mendirikan institusi dan universitas pertanian dalam jumlah yang banyak.

Ada sekitar 22 institusi atau universitas khusus cakupan pertanian di India seperti Indian Agricultural Research Institute, Allahabad Agricultural Institute, National Dairy Research Institute, Maharashtra Animal & Fishery Sciences University, Tamilnadu Veterinary And Animal Sciences University, Orissa University of Agriculture and Technology dan lain sebagainya.

Belum lagi jurusan pertanian yang ada pada universitas pada umumnya. Sedangkan di Indonesia hanya ada satu yaitu Institute Pertanian Bogor. Lainnya bersumber dari jurusan pertanian yang ada pada universitas pada umumnya.  

Menurut Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BBP2TP) Dr. Agung Hendriadi, Produktivitas pangan di Indonesia dalam 10 tahun terakhir masih tetap tidak meningkat secara signifikan.

Salah satunya disebabkan kondisi infrastruktur irigasi yang sudah rusak parah, penyerapan tenaga kerja yang menurun drastis, faktor kepemilikan lahan dan teknologi pengolahan pasca panen.

Sekitar 52 persen infrastruktur irigasi yang sudah dibangun di era Orde Baru berada dalam kondisi rusak parah. Penyerapan tenaga kerja bidang pertanian menurun drastis dari tahun 1976 yang mencapai 64,16 persen dan kini hanya mampu menyerap 33 persen saja.

Adapun faktor minimnya kepemilikan lahan dan juga teknologi pasca panen masih menjadi kendala terbesar. Seperti contohnya saat musim panen bulan Mei, Juni, dan Juli produktivitas jagung nasional mencapai surplus namun kelebihan stok tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan selama sembilan bulan setelahnya.

Adapun kebijakan Impor beras disaat panen raya terjadi di negeri tercinta ini. Disaat produksi komoditas pertanian Indonesia selama tahun 2005-2009 menunjukkan prestasi sangat baik.

Antara lain produksi padi dari 57,16 juta ton pada tahun 2007 menjadi 60,33 juta ton pada tahun 2008 dan target produksi padi tahun 2009 sebesar 63,5 juta ton, sementara berdasarkan ARAM III (Juni 2009) produksi padi telah 63,8 juta ton atau mencapai 100,5% dari target tahun 2009.

Bulog sebagai badan stabilisator malah melakukan kebijakan impor beras dengan nilai impor tertinggi yaitu sebesar US$ 861,23 juta.

Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai kalangan termasuk sejumlah ekonom Institut for Development of Economics and Finance (Indef) yang menyebutkan bahwa kebijakan ini anomali, karena pemerintah dalam hal ini Bulog melakukan impor beras disaat panen raya (surplus beras). Selain itu, anggaran untuk pertanian di Indonesia sangat minim.

Misalnya saja untuk rehabilitasi irigasi. "Pencapaian target surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014 dapat terealisasi apabila seluruh saluran irigasi yang rusak diperbaiki. Sayangnya, anggaran yang tersedia untuk perbaikan irigasi kementerian pekerjaan umum hanya Rp. 3 triliun", kata Suswono kepada pers dalam kunjungan kerjanya di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6). Padahal, dana yang dibutuhkan mencapai 21 Triliun.

Petani Menjerit

Latif Adam (Pakar Ekonimi LIPI) mengatakan "Tulang punggung ketahanan pangan adalah petani. Namun, mereka selalu dalam posisi sulit, terutama jika terkait dengan harga pangan dalam Negeri." Petani sering tidak menerima keuntungan besar meskipun harga pangan dalam negeri naik tinggi.

Disisi lain, apabila harga pangan dianggap terlalu tinggi dan membahayakan konsumen, kebijakan yang diambil pemerintah seringkali tidak berpihak pada kepentingan petani. Contohnya kebijakan impor yang justru membuat produksi petani kurang laku.

Sebenarnya pemerintah mengalami kesulitan dalam mengambil kebijakan karena harus sama-sama memikirkan konsumen dan petani dan juga merealisasikan target yang sudah ditetapkan.

Namun seberat apapun masalahnya pasti bisa terpecahkan. Pasti ada jalan keluar. Buktinya, India dengan Negara berpenduduk 1,2 miliar yang kegiatan pertaniannya bergantung pada musim jangan sampai kita yang berpenduduk 230 juta dengan tanah yang subur dan iklim yang menunjang bergantung kepada impor.

Diharapkan pemerintah dapat mengambil kebijakan pro-petani karena meski bagaimanapun kita bergantung pada petani. Jika kita tidak menghargai petani maka wajarlah jika kebijakan impor terus dilakukan pemerintah tanpa melihat adanya dampak jangka panjang yang akan mengancam kestabilan dan kemakmuran bangsa.

Selain kebijakan yang pro-petani, Konsumen pun harus senantiasa mengkonsumsi produk-produk lokal Indonesia. Dengan membeli hasil bumi lokal berarti kita ikut menghidupi para petani dan turut mengembangkan senyum serta memberi secercah harapan bagi keluarga petani Indonesia.


Wulan Widi Ifafah
Penerima Beasiswa Unggulan RI Departmen of Sociology
University of Pune, India

 

Hapus Kartel yang Merugikan Rakyat

Presiden SBY harus menghapus kartel impor pangan dan menggantinya dengan sistem tarif dengan melibatkan Badan Usaha Logistik (Bulog) dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) karena merugikan rakyat dan negara.
"Kartel jelas merugikan rakyat dan negara, di mana barang dan harga hanya ditentukan dan dikuasai oleh segelintir orang tersebut. Karena itu sistem kartel ini harus diganti dengan sistem tarif, agar kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik dan rakyat sejahtera," ujar mantan Menko Perekonomian di era Gus Dur, Rizal Ramli pada wartawan di Jakarta, Kamis (2/5/2013).
Menurutnya, merajelalanya kartel, yaitu segelintir pengusaha yang menguasai banyak impor barang kebutuhan pokok rakyat seperti daging, bawang, gula, beras, kedelai, buah-buahan dan lain-lain karena dibiarkan oleh pemerintah.
Rizal Ramli mengatakan, KPPU mempunyai kekuatan hukum untuk menindak kartel. Kalau kasusunya perdata katanya, maka KPPU bisa menyelesaikan hukum sendiri, sedangkan jika pidana, maka KPPU bisa melaporkan kejahatan kartel tersebut kepada kepolisian.
“Ada sekitar 8 kartel daging, gula, dan lainnya. Para menteri SBY sudah mendukung langkah itu, agar rakyat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga murah dan negara diuntungkan,” ujarnya.
Kartel adalah bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan pribadi dan kelompok. Untuk itu kartel berdampak buruk bagi rakyat dan negara ini, karena barang impor harus dibeli dengan harga sangat mahal.
“Tapi, dengan sistem tarif, jika daging impor misalnya Rp 40 ribu/kg, maka bisa dijual Rp 50 ribu/kg pada rakyat. Bukan Rp 90 ribu-Rp 100 ribu,” kata Rizal.
Bulog kata Rizal Ramli sudah setuju untuk ambil peran demi stabilitas harga Sembako dengan syarat terciptanya pemerintah yang bersih atau good governance. Para menteri juga mendukung, tapi hal itu harus didukung dengan kekuatan hukum melalui diterbitkannya peraturan pemerintah (PP), dan atau peraturan menteri (Permen).
“Kalau menteri mendukung, mesti menerbitkan PP dan atau Permen, agar mempunyai kekuatan hukum,” ujarnya.
Tapi, kalau menteri-menteri yang berurusan dengan pangan khususnya Kementan dan Kemendag, tetap memelihara kartel, maka menteri tersebut tetap akan menunjuk beberapa orang saja sebagai importir dan pengusaha yang berada dalam satu geng, kelompok dan jaringannya.
“Jadi, presiden, menteri, dan pengusaha seharusnya mendukung penghapusan kartel jika mengutamakan kepentingan rakyat, dan karenanya tak perlu takut tekanan asing yang akan menggerogoti kedaulatan negara ini,”
 

MEMAHAMI PENGERTIAN KARTEL, MONOPOLI, DAN PERSAINGAN USAHA

Belum lama ini, terkait dengan kekisruhan dan gejolak harga bawang putih dan bawang merah, pihak KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menemukan indikasi kuat praktik kartel dalam tata niaga bawang putih dan bawang merah. Apakah yang dimaksud dengan kartel dan bagaimana pula praktik kartel dalam perekonomian? Bagaimana keterkaitan antara kartel dan praktik monopoli? Bagaimanakah praktik kartel di Indonesia?

Kartel merupakan istilah yang dikenal dalam bidang ekonomi dan bidang hukum. Di bidang ekonomi, kartel menyatakan perilaku atau praktik yang berhubungan dengan persaingan industri atau persaingan usaha. Di bidang hukum, praktik tersebut dilarang secara hukum, karena dapat merugikan kepentingan umum atau publik. Secara sederhana, kartel adalah bentuk persekongkolan dari beberapa pihak yang bertujuan untuk mengendalikan harga dan distribusi suatu barang untuk kepentingan (keuntungan) mereka sendiri.


Definisi Kartel
Dalam kamus Oxford, kartel atau cartel didefinisikan, “Cartel is a group of separate business firms wich work together to increase profits by not competing with each other”. Artinya, kartel adalah sebuah kelompok (grup) dari berbagai badan hukum usaha yang berlainan yang bekerja sama untuk menaikkan keuntungan masing-masing tanpa melalui persaingan usaha dengan pelaku usaha lainnya. Mereka adalah sekelompok produsen atau pemilik usaha yang membuat kesepakatan untuk melakukan penetapan harga, pengaturan distribusi dan wilayah distribusi, termasuk membatasi suplai.

Dalam buku Black's Law Dictionary (kamus hukum dasar yang berlaku di Amerika Serikat), praktik kartel (cartel) didefinisikan, “A combination of producer of any product joined together to control its productions its productions , sale and price, so as to obtain a monopoly and restrict competition in any particular industry or commodity”. Artinya, kartel merupakan kombinasi di antara berbagai kalangan produsen yang bergabung bersama-sama untuk mengendalikan produksinya, harga penjualan, setidaknya mewujudkan perilaku monopoli, dan membatasi adanya persaingan di berbagai kelompok industri. Dari definisi tersebut, praktik kartel bisa dilakukan oleh kalangan produsen manapun atau untuk produk apapun, mulai dari kebutuhan pokok (primer) hingga barang kebutuhan tersier.

Pengertian kartel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dituliskan kartel memiliki dua ciri yang menyatu, yaitu:
1. Organisasi perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi barang-barang sejenis
2. Persetujuan sekelompok perusahaan dengan maksud mengendalikan harga komoditi tertentu.
Poin penting dalam definisi tersebut, bahwa kelompok-kelompok di dalam suatu kartel terdiri atas kumpulan perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan barang-barang yang sejenis. Dijelaskan pula, tujuan utamanya berfokus pada pengendalian harga, sehingga harga yang terbentuk adalah bukan harga persaingan. Definisi ini telah menyentuh pada aspek perilaku monopoli.

Samuelson dan Nordhaus (2001: 186) dalam buku “Economics” menuliskan pengertian kartel, “Cartel is an organization of independent firms, producing similar products, that work together to raise prices and restrict outputs”. Artinya, kartel adalah sebuah organisasi yang terbentuk dari sekumpulan perusahaan-perusahaan independen yang memproduksi produk-produk sejenis, serta bekerja sama untuk menaikkan harga dan membatasi output (produksi). Poin penting pada definisi tersebut terletak pada tujuannya, yaitu menaikkan harga dan membatasi output.

Seorang pakar hukum legal dan ekonom, Richard Postner dalam bukunya “Economic Analysis of Law” (2007: 279) menuliskan pengertian kartel, “A contract among competing seller to fix the price of product they sell (or, what is the small thing, to limit their out put) is likely any other contract in the sense that the parties would not sign it unless they expected it to make them all better off”. Artinya, kartel menyatakan suatu kontrak atau kesepakatan persaingan di antara para penjual untuk mengatur harga penjualan yang bisa diartikan sebagai menaikkan harga ataupun membatasi produknya yang setidaknya mirip dengan kontrak pada umumnya di mana anggota-anggotanya tidak menginginkannya, kecuali mereka mengharapkan sesuatu yang lebih baik. Definisi kartel oleh Postner lebih menekankan pada aspek moralitas di mana praktik kartel sesungguhnya bukan sesuatu yang diinginkan oleh setiap anggotanya, kecuali mereka hendak mengharapkan bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari kesepakatan (kontrak) tersebut.

Praktik kartel atau kartel disebutkan pula dalam Pasal 11, Undang-Undang No 5 Tahun 1999 Tentang Monopoli dan Persaingan Usaha yang dituliskan, “Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha saingannya, yang bermaksud mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat”. Praktik kartel di Indonesia adalah suatu bentuk perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum, karena akan membentuk suatu perilaku monopoli ataupun bentuk perilaku persaingan usaha yang tidak sehat.

Memahami kartel perlu pula memahami prinsip dasar atau pengertian dasar dari perilaku monopoli. Pengertian monopoli dalam bukan lagi menitikberatkan pada jumlah pelaku usaha atau produsen, melainkan pada perilakunya untuk mengendalikan harga dan distribusi output atau kapasitas output. Jadi bisa saja perilaku monopoli tadi ditemukan pada struktur persaingan yang terdiri atas beberapa perusahaan, biasanya sekitar 2-5 perusahaan besar atau ditemukan pada struktur pasar persasingan oligopoli. Pasar persaingan yang memiliki cukup besar konsumen, tetapi hanya memiliki beberapa produsen akan cukup kuat mengindikasikan adanya praktik monopoli. Munculnya praktik kartel ataupun trust tidak lain adalah untuk mewujudkan kekuatan (perilaku) monopoli.

Apa Perbedaan Antara Kartel dan Trust?
Selain dikenal istilah kartel, ada pula istilah lain yang memiliki kemiripan, yaitu trust. Keduanya memiliki kesamaan dilarang menurut undang-undang. Pada Pasal 12, Undang-Undang No 5 Tahun 1999 Tentang Monopoli dan Persaingan Usaha diatur mengenai trust yang dituliskan, “Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha lain untuk melakukan kerja sama dengan membentuk gabungan perusahaan atau perseroan yang lebih besar, dengan tetap menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masing-masing perusahaan atau perseroan anggotanya, yang bertujuan untuk mengontrol produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat”. Dari definisi menurut KPPU tersebut, perbedaannya terletak pada prinsip aktualitasnya. Kesepakatana di dalam kartel biasanya tidak secara nyata diwujudkan, tetapi tetap ada dan diakui dan dijalankan oleh anggota-anggotanya. Sedangkan pada trust, kesepakatan tersebut diwujudkan nyata ke dalam suatu wadah organisasi yang tercatat pula legalitas hukumnya. Sekalipun demikian, trust melakukan praktik monopoli seperti halnya kartel.

Jika demikian, mengapa keduanya mesti dipisahkan?

Pemisahan antara kartel dan trust, karena berhubungan dengan legalitas badan usaha. Seperti yang dijelaskan di atas, praktik kartel tidak berwujud nyata, tetapi ada dan dilakukan secara sengaja. Sementara trust memiliki bentuk nyata berupa badan usaha seperti asosiasi industri, persatuan dagang, dan sejenisnya. Oleh karenanya, perlu diberikan pemisahan, karena dasar hukum yang digunakan untuk menindaklanjutinya pun harus dibedakan.

Bagaimana contoh pratik kartel dan trust?

Misalnya di dalam sebuah industri terdapat 3 produsen atau perusahaan yang memegang tiga besar pangsa pasar. Mereka seluruhnya memiliki setidaknya sekitar 60% pangsa pasar dari produk yang dijual atau dipasarkan. Karena mereka berdomisili di wilayah yang sama, tidak tertutup kemungkinan akan saling mengenal atau mengetahui, bahkan saling berkomunikasi. Jalinan komunikasi atau relasi di antara mereka kemudian menciptakan sikap saling pengertian. Salah satunya diwujudkan dengan membagi dengan sendirinya segmen konsumennya berdasarkan wilayah. Ada pula yang membagi segmen konsumennya berdasarkan kategori produk. Perusahaan A akan fokus ke segmen di Indonesia bagian timur, lalu perusahaan B fokus di Indonesia bagian tengah, kemudian perusahaan C akan menyasar produknya untuk menguasai pasar di Indonesia bagian barat. Perilaku bisnis seperti ini memiliki indikasi kuat tentang terjadinya praktik kartel.

Ilustrasi lain untuk menggambarkan praktik trust bisa diketahui melalui asosiasi bisnis ataupun kongsi dagang. Organisasi tersebut dengan sendirinya akan dikuasai dan dipengaruhi oleh 3-4 besar kelompok pemimpin pasar (market leader). Mereka kemudian membuat aturan ataupun ketentuan yang mengatur harga, distribusi produk atau wilayah pemasaran, segmentasi ataupun sasaran konsumen, dan sebagainya. Organisasi ini bisa memiliki keanggotaan lebih dari 5 perusahaan, tetapi suara ataupun pengaruh terbesar tentunya hanya dimiliki oleh 3-4 perusahaan pemimpin pasar. Kesepakatan bisnis tersebut tentunya pula hanya akan semakin menguntungkan atau berpihak pada sebagian besar kepentingan 3-4 besar perusahaan pemimpin pasar.

Mengapa Kartel Dilarang?
Menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui tentang perlunya tercipta suatu iklim persaingan usaha yang sehat. Persaingan usaha yang sehat akan memberikan manfaat positif bagi perekonomian. Dari sisi produsen, persaingan usaha yang sehat akan mendorong terciptanya efisiensi produksi dan alokasi input, serta akan mendorong para pelaku usaha (produsen) untuk memperbanyak inovasi di segala lini produksi, termasuk pula infrastruktur produksi. Dari sisi konsumen akan mendapatkan manfaat berupa harga yang relatif lebih murah, karena harga output terbentuk oleh proses produksi ataupun pengelolaan organisasi produksi yang efisien.

Sesuatu yang tidak dikehendaki oleh produsen dalam iklim persaingan adalah ketidakpastian bisnis. Tidak sedikit nama-nama besar perusahaan dunia akhirnya tenggelam akibat semakin tingginya intensitas persaingan. Sebut saja seperti perusahaan garmen terkemuka dengan merek “Levi's” yang kini sudah tidak lagi terdengar namanya. Atau seperti Ericsson, Siemens Telecommunication, Kodak, dan lain-lain yang sempat besar di masa kejayaannya. Ada ribuan perusahaan-perusahaan besar yang sudah tidak lagi terdengar namanya karena begitu ketatnya persaingan bisnis. Inovasi adalah segalanya, bahwa siapapun mereka yang unggul dalam inovasi berpikir yang akan mampu bertahan. Sekalipun demikian, tidak semua pihak (perusahaan atau produsen) yang menginginkan atau bertahan di tengah persaingan melalui inovasi berpikir. Tidak ada jaminan inovasi akan selalu menjadi segalanya, karena persaingan bisnis selalu diikuti dengan ketidakpastian.

Praktik kartel maupun trust dalam bentuk apapun pasti akan berujung pada kondisi yang merugikan konsumen. Sekalipun praktik tersebut diatur oleh pemerintah, kecuali praktik kartel dilakukan oleh perusahaan milik pemerintah yang notabene tidak selalu berorientasi untuk mengejar laba (profit). Praktik akan menutup adanya peluang bagi masuknya inovasi maupun perusahaan (pendatang baru) yang bisa menawarkan harga lebih murah dan pelayanan yang lebih baik. Seringkali pula terjadi, praktik kartel maupun trus akan menutup peluang perusahaan lain (pendatang baru) untuk menawarkan sistem produksi yang lebih baik, sehingga akan mampu menciptakan harga yang lebih efisien (lebih murah).

Apakah praktik kartel maupun trust menguntungkan bagi pelaku-pelakunya?

Belum pernah ada dalam sejarah organisasi bisnis di mana perilaku monopoli akan membuat perusahaan menjadi cukup besar. Nama-nama perusahaan multinasional saat ini, termasuk yang masuk ke Indonesia bukanlah nama-nama yang dihasilkan dari praktik monopoli, melainkan mereka menjadi besar karena dampak dari persaingan usaha yang sehat. Mereka mengkedepankan inovasi di segala lini, bahkan inovasi dalam berpikir. Bertolak belakang dengan mereka yang cenderung berperilaku monopoli melalui praktik kartel. Inovasi bukanlah orientasi utama, bahkan seringkali hanya ditempatkan pada prioritas paling dasar. Pelaku praktik kartel lebih mengkedepankan unsur kolusi bisnis yang tidak jarang akan melibatkan pemerintahan. Itu sebabnya, mengapa perusahaan-perusahaan besar yang pernah ada di Indonesia tidak pernah menjadi ikon dunia. Contoh kongkritnya seperti ASTRA yang setelah reformasi justru menumpuk banyak utang.

Lalu, manfaat apa yang mereka dapatkan dengan melakukan praktik kartel?

Sebenarnya tidak ada sama sekali manfaatnya, kecuali mereka hanya mencoba untuk bertahan. Mereka mungkin masih bisa melakukan ekspansi bisnis, tetapi tidak ada satupun di antaranya yang berpeluang menjadi perusahaan level dunia. Mereka hanya sekedar bisa memutar uang. Manfaatnya mungkin hanya karena mereka bisa bertahan dengan pencapaian yang telah ada. Sekalipun demikian, seluruh konsumen dan karyawannya lah yang akan menanggung kerugian mereka. Dalam banyak hal, praktik kartel biasanya akan diikuti oleh sejumlah pelanggaran hukum lainnya. Misalnya seperti korupsi, pelanggaran pajak, perkara perdata, bahkan sampai pada perkara pidana.

Syarat Terbentuknya dan Karakteristik Kartel
Praktik kartel biasanya diwujudkan ke dalam sebuah kongsi dagang tertentu yang memiliki jenis badan hukum tertentu pula. Semacam perserikatan ini pula memiliki aturan atau ketentuan yang disepakati oleh anggota-anggotanya. Untuk bisa terjadi praktik kartel harus memiliki pernjanjian atau kolusi di antara pelaku usaha. Ada dua bentuk kolusi yang mengindikasikan terjadinya praktik kartel, yaitu:
1. Kolusi Eksplisit
Para anggota-anggotanya mengkomunikasikan kesepakatan mereka secara yang dapat dibuktikan dengan adanya dokumen perjanjian, data audit bersama, kepengurusan kartel, kebijakan-kebijakan tertulis, data penjualan, dan data lainnya. Bentuk kolusi eksplisit tidak selalu harus diwujudkan dalam asosiasi kecil, komunitas terbatas, paguyuban, dan lain sebagainya. Ini berbeda dengan trust, karena pada trust diwujudkan ke dalam asosiasi atau organisasi yang memiliki badan hukum yang cukup jelas.
2. Kolusi Diam-Diam (Implisit)
Para pelaku atau anggota-anggotanya tidak berkomunikasi secara langsung atau tidak melakukan pertemuan terbuka (diliput oleh media). Tetapi mereka para anggota kartel melakukan pertemuan secara tertutup, biasanya dilakukan secara rahasia. Mereka ini pun terkadang menggunakan organisasi berupa asosiasi yang fungsinya sebagai kedok atau kamuflase. Dalam asosiasi tercantum mendukung persaingan usaha yang sehat, tetapi dibalik semua itu hanya sebagai pengalihan. Menurut KPPU, jenis kartel dengan kolusi implisit ini lebih sulit untuk dideteksi. Dari semua kasus kartel di dunia, sekitar 30% di antaranya melibatkan asosiasi. Mengenai larangan melakukan perjanjian tertutup diatur dalam Pasal 15, Undang-Undang No 5 Tahun 1999 Tentang Monopoli dan Persaingan Usaha.

Perlu digarisbawahi, bahwa tidak semuanya jenis kolusi bisnis selalu berkonotasi negatif terhadap persaingan usaha. Terdapat pula kolusi yang positif, seperti kolusi dalam menggalang dana bantuan untuk anak-anak miskin, bencana alam dan sebagainya, atau bentuk kolusi yang sama sekali tidak berkaitan dengan bisnis dan persaingan. Itu sebabnya, kartel secara umum haruslah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Terdapat konspirasi (persekongkolan) di antara pelaku usaha
2. Melibatkan peran dari senior perusahaan atau jabatan eksekutif perusahaan
3. Biasanya menggunakan asosiasi untuk menutupi persekongkolan tadi
4. Melakukan price fixing atau tindakan untuk melakukan penetapan harga, termasuk pula penetapan kuota produksi.
5. Adanya ancaman atau sanksi bagi anggota-anggotanya yang melanggar kesepakatan atau perjanjian.
6. Adanya distribusi informasi ke seluruh anggota kartel. Informasi yang dimaksudkan berupa laporan keuangan, laporan penjualan, ataupun laporan produksi.
7. Adanya mekanisme kompensasi bagi mereka para anggota yang memiliki produksi lebih besar atau melebihi kuota yang telah ditetapkan bersama. Kompensasi tersebut dapat berupa uang, saham, pembagian bunga deviden yang lebih besar, ataupun bentuk kemitraan lain.

Kondisi-kondisi berikut ini adalah yang membuat pelaku kartel tetap bertahan melakukan praktik monopoli. Dalam hal ini, praktik kartel harus memiliki kondisi-kondisi sebagai berikut:
1. Jumlah pelaku usaha lebih sedikit, atau setidaknya hanya didominasi oleh segelintir perusahaan. Biasanya memiliki jumlah atau ukuran industri sebanyak 5-10 perusahaan di mana hanya terdapat 1-4 perusahaan yang mendominasi di dalam asosiasi.
2. Produknya bersifat homogen atau hanya dilakukan apabila mereka para anggota-anggotanya memiliki produk yang sama.
3. Elastisitas permintaan atas produk-produknya relatif rendah. Seberapa pun mereka menetapkan harga relatif tidak memiliki dampak yang berarti terhadap permintaan. Di sinilah titik kekuatan kartel, karena konsumen tidak dikondisikan tidak memiliki banyak pilihan lain selain menggunakan produk-produk yang dibuat oleh anggota-anggota kartel.
4. Selalu terdapat upaya untuk mencegah masuknya pendatang baru (pesaing)
5. Selalu melakukan kecurangan dalam bentuk laporan keuangan fiktif, data penjualan yang fiktif, dan lain sebagainya.
6. Kartel biasanya dilakukan di sektor bisnis yang membutuhkan investasi yang cukup besar. Di sinilah titik kekuatan mereka yang sekaligus dimanfaatkan untuk semakin memperbesar restriksi atau hambatan bagi masuknya pendatang baru.

Adakah pengecualian atau bentuk perjanjian maupun kesepakatan bisnis di antara korporasi agar tidak dikenakan pasal mengenai kartel ataupun trust?

Memang benar, tidak semua bentuk kesepakatan sepihak di antara korporasi dilarang menurut undang-undang. Pengecualian dapat ditoleransi untuk kondisi-kondisi sebagai berikut:
1. Perbuatan dan atau perjanjian yang bertujuan melaksanakan peraturan perundangundangan yang berlaku;
2. Perjanjian yang berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual seperti lisensi, paten, merek dagang, hak cipta, desain produk industri, rangkaian elektronik terpadu, dan rahasia dagang, serta perjanjian yang berkaitan dengan waralaba;
3. Perjanjian penetapan standar teknis produk barang dan atau jasa yang tidak mengekang dan atau menghalangi persaingan;
4. Perjanjian dalam rangka keagenan yang isinya tidak memuat ketentuan untuk memasok kembali barang dan atau jasa dengan harga lebih rendah daripada harga yang telah diperjanjikan;
5. Perjanjian kerja sama penelitian untuk peningkatan atau perbaikan standar hidup masyarakat luas;
6. Perjanjian internasional yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia;
7. Perjanjian dan atau perbuatan yang bertujuan untuk ekspor yang tidak mengganggu kebutuhan dan atau pasokan pasar dalam negeri;
8. Pelaku usaha yang tergolong dalam Usaha Kecil; atau
9. Kegiatan usaha koperasi yang secara khusus bertujuan untuk melayani anggotanya.

Jika pelaku usaha kecil masih diperbolehkan melakukan kartel, apakah ketentuan tersebut bukan berarti mengesampingkan asas keadilan dalam berekonomi?

Saya ingin menunjukkan sebuah praktik kartel kecil yang dilakukan oleh pelaku usaha penjual makanan lesehan di sepanjang Malioboro (Yogyakarta) dan sekitarnya. Jika diperhatikan, indikasi kartel terlihat dari harga makanan yang dipatok sama untuk setiap penjual. Apabila terdapat selisih, biasanya cuma selisih pada menu tambahan yang sedikit pengaruhnya terhadap penguasaan calon pembeli. Praktik kartel dalam kasus penjual lesehan di Malioboro masih bisa ditoleransi, karena pengaturan harga yang mereka lakukan tidak memiliki dampak yang luas ke wilayah lainnya. Konsumen masih memiliki posisi tawar ataupun pilihan untuk menolak ataupun tidak menolak. Banyak lagi contoh lainnya praktik kartel yang dilakukan oleh sejumlah paguyuban-paguyuban pelaku usaha kecil. Praktk kartel tersebut masih bisa ditoleransi pula, karena tidak ada restriksi atau pembatasan bagi masuknya pendatang baru.

Jenis-Jenis Kartel
Setelah mengetahui dan memahami bentuk perilaku dan praktik kartel, perlu diketahui pula jenis-jenis kartel. Dalam hal ini, praktik kartel dapat diidentifikasi atau dideteksi berdasarkan jenis-jenisnya sebagai berikut.
1. Kartel Daerah
Cakupan kartel ini biasanya menggunakan indikator regional atau wilayah. Ada beragam bentuk dan polanya. Misalnya, kartel yang membagi wilayah pemasarannya berdasarkan regional tertentu. Perusahaan A menguasai Pulau Jawa, kemudian perusahaan B menguasai wilayah di Kalimantan dan Sulawesi atau mungkin dibagi berdasarkan distrik ataupun propinsi. Perusahaan A boleh memasukkan produknya ke wilayah perusahaan B, tetapi tidak boleh melakukan pemasaran dengan agresif seperti melakukan promo khusus regional.
2. Kartel Produksi
Model kartel yang memiliki bentuk kesepakatan untuk menetapkan kuota produksi bagi anggota-anggotanya.
3. Kartel Harga
Model kartel yang dilakukan dengan melakukan kesepakatan untuk menetapkan harga (price fixing) untuk meniadakan persaingan harga. Modus praktik atau polanya bisa bervariasi. Mereka bisa menetapkan harga terendah, termasuk kesepakatan harga untuk musim penjualan (banting harga). Antara kartel harga dan kartel produksi biasanya tidak saling terpisahkan atau biasanya menjadi satu kesepakatan.
4. Kartel Kondisi
Kesepakatan atau perjanjian bisnis yang mereka lakukan melalui praktik kartel berdasarkan kondisi tertentu dalam perjanjian bisnis. Misalnya, pembuatan sistem administrasi (prosedur) dalam pengambilan kredit kendaraan bermotor, penyusunan mekanisme dalam penjualan tunai, prosedur dalam pemberian diskon (potongan harga), bonus, dan sebagainya.
5. Kartel Pembagian Laba
Model kartel yang dalam perjanjiannya berorientasi untuk melakukan kesepakatan atas pembagian laba. Biasanya, pembagian laba diberikan ke pihak (anggota) sebagai bentuk kompensasi atas kesepakatan yang telah mereka setujui. Tujuannya tidak lain untuk semakin memperkuat loyalitas di antara para anggota pelaku kartel.

Dalam dunia nyata, praktik kartel biasanya tidak hanya terbatas untuk satu jenis kartel seperti yang disebutkan di atas. Tidak jarang pelaku kartel dengan asosiasinya justru menggunakan keseluruhan kesepakatan dalam 5 jenis kartel. Tujuannya tidak lain untuk semakin mempersempit adanya persaingan dan tentunya membatasi peluang masuknya pendatang baru. Jika aturan atau kesepakatan kartel ingin dihormati atau dipatuhi anggota-anggotanya, tentu mereka bukan semata melakukan praktik kartel harga maupun produksi, tetapi akan melakukan pula praktik kartel pembagian laba.

Praktik Kartel di Indonesia
Prinsip dasar dari perilaku kartel adalah bentuk monopoli dan perilaku monopoli. Dua kondisi tersebut sudah ada sejak berdirinya republik ini. Praktik kartel tersebut merupakan warisan dari kongsi-kongsi perkebunan dan dagang di era pemerintahan Hindia Belanda. Praktik monopoli ini pun sesungguhnya telah tercantum di dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 berupa penguasaan sumber-sumber perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak. Sementara itu, negara NKRI terbentuk dan berkembang bersamaan dengan berkembangnya wacana dan studi tentang persaingan dan monopoli di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, praktik kartel, trust, dan monopoli barulah mulai disoroti sekitar dekade 1960an. Mengingat di masa setelah kemerdekaan hingga 1960an belum banyak perusahaan-perusahaan swasta, praktis perilaku kartel, trust, dan monopoli belum terlihat.

Perkembangan perilaku monopoli baru mulai terlihat setelah memasuki era Orde Baru. Di awal dekade 1970an, pemerintah mulai memberikan perhatian kepada pihak swasta untuk didorong agar dapat memenuhi target pencapaian substitusi impor. Dengan melibatkan modal asing ataupun investor asing, pencapaian substitusi impor tidak terlalu lama bisa diwujudkan. Praktik kartel dan monopoli di kalangan swasta semakin mulai terlihat pada dekade 1980an. Diduga praktik kartel dan monopoli tersebut merupakan bentuk kesepakatan di antara pemerintah dan kalangan investor (produsen), terutama kalangan investor asing yang melibatkan kalangan produsen di dalam negeri. Apalagi sektor ekonomi yang digarap oleh kalangan swasta tersebut membutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Pemerintah hanya bisa memberikan insentif atau perlakuan khusus kepada hanya beberapa produsen di dalam negeri.

Salah satu praktik kartel yang paling dominan di masa itu adalah kartel di antara produsen otomotif. Sebelum masa reformasi 1998, terdapat pengaturan industri yang menetapkan segmen teknologi untuk pasar kendaraan bermotor roda dua. Honda diberikan penguasaan untuk memproduksi dan merakit kendaraan bermotor dengan teknologi 4 tak. Sementara untuk Yamaha dan Suzuki diberikan penguasaan untuk motor terteknologi 2 tak. Dalam hal ini, Honda tidak diperkenankan masuk (merakit dan memproduksi) motor roda dua berteknologi 2 tak, kecuali diperbolehkan masuk melalui impor yang berarti akan dikenakan PPn Bea Masuk yang cukup mahal. Pada kelompok sedan, Toyota melalui ATPM-nya, yaitu Toyota Astra Motor (TAM) mendapatkan kewenangan untuk bermitra dengan pemerintah dalam menyediakan kendaraan-kendaraan dinas untuk pemerintah. Sekalipun demikian, pihak TAM tidak diperkenankan untuk bermitra dengan kalangan swasta dalam penyediaan kendaraan perkantoran, kecuali dengan kesepakatan tertentu. Praktik kartel semacam ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Di kelompok sedan, mereka memiliki asosasi sendiri yang bernama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.

Pada tahun 2009 lalu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berhasil membongkar praktik kartel dalam penetapan tarif layanan pesan pendek atau short message service (SMS). Kartel tersebut melibatkan nama-nama perusahaan operator seluler seperti PT Excelcomindo Pratama, Tbk., PT Telkomsel, Tbk., PT Telkom (Persero), PT Bakrie Telecom, Tbk., PT Mobile-8 Telecom, Tbk., dan PT Smart Telecom. Praktik kartel tersebut terindentifikasi dilakukan selama periode dari tahun 2004-2008, serta merugikan konsumen sebesar Rp 2,83 triliun. Praktik kartel dalam industri telepon seluler sesungguhnya sudah terendus cukup lama, bukan semata pada layanan SMS, melainkan pula pada penetapan tarif panggilan (call). Sekalipun pihak KPPU berhasil mengeksekusi kasus tersebut, tetapi denda yang dikenakan untuk masing-masing perusahaan tidaklah seberapa apabila dibandingkan dengan kerugian konsumen yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Praktik kartel oleh para operator telepon seluler ini pun semakin meluas, bahkan semakin nyata membatasi masuknya pendatang baru. Kasus yang hampir terungkap adalah kasus operator seluler asal Malaysia, yaitu Axis yang diduga sempat mengalami tekanan industri (politik), akibat tidak mengikuti aturan main dalam persaingan operator telepon seluler.

Pada tahun 2005, KPPU berhasil membongkar praktik kartel dalam produksi garam di dalam negeri. Kesepakatan tertutup yang dilakukan oleh sejumlah produsen tersebut mengatur pasokan garam yang disuplai dari Sumatera Utara. Tahukah Anda, garam ternyat bukan hanya bermanfaat di rumah tangga, melainkan bahan baku vital bagi sektor industri tertentu. Tidak main-main, sektor industri yang sering membutuhkan pasokan garam adalah industri perminyakan. Sektor-sektor lainnya yang cukup penting membutuhkan pasokan garam seperti industri minuman, industri kimia, industri farmasi, industri kertas, dan lain sebagainya. Begitu besar manfaatnya, tetapi bertolak belakang apabila melihat nasib kesejahteraan para petani garam.

Pada tahun 2010, KPPU berhasil membongkar modus praktik kartel dalam industri minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah. Minyak goreng merupakan salah satu dari bahan kebutuhan pokok masyarakat yang kedudukannya sejajar dengan kebutuhan pokok pangan. Praktik kartel tersebut diketahui telah berlangsung selama periode April-Desember 2008 dengan modus price pararelism untuk jenis minyak goreng kemasan maupun jenis minyak goreng curah. Kerugian konsumen ditaksir mencapai Rp 1,27 triliun untuk jenis minyak goreng kemasan (bermerek) dan sebesar Rp 374,3 miliar untuk jenis minyak goreng curah. Sekalipun demikian, kasus ini kandas melalui kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) atas pengajuan banding oleh sebanyak 20 produsen minyak goreng lokal.

Praktik kartel ini pun ternyata merambah ke industri farmasi. Sekali lagi, KPPU berhasil membongkar adanya kartel di dalam penyediaan obat-obatan hipertensi jenis amplodipine besylate yang melibatkan PT Pfizer Indonesia dan PT Dexa Medica. Bentuk kartel yang dilakukan adalah jenis kartel harga. Ini barulah praktik kartel untuk satu jenis obat-obatan yang berhasil dibongkar. Diduga kuat, praktik kartel terjadi pula untuk obat-obatan lainnya. Masalah kartel dalam industri farmasi di dalam negeri pernah disinggung oleh mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadila yang mengeluhkan tentang tata niaga perdagangan obat yang membuat harga obat-obatan menjadi mahal.

KPPU sempat pula membongkar dan mengeksekusi praktik kartel di kalangan operator transportasi udara di dalam negeri. Bentuk praktik kartel yang dibongkar berupa praktik kartel dalam penetapan harga tiket dan tarif fuel surcharge (avtur). Industri penerbangan di dalam negeri mulai tumbuh dan berkembang sejak tahun 2005 dengan kemunculan nama-nama baru dalam maskapai penerbangan nasional. Tidak disangka, kemunculan yang begitu cepat tersebut justru semakin memperkuat jalinan komunikasi bisnis yang berujung pada praktik kartel. Atas kasus tersebut, KPPU memberikan sanksi kepada PT Sriwijaya, PT Metro Batavia, PT Lion Mentari Airlines, PT Wing Abadi Airlines, PT Merpati Nusantara Airline (Persero), PT Travel Express Aviation Services, dan PT Mandala Airlines. Akibat praktik kartel tersebut, konsumen penerbangan mengalami kerugian dengan taksiran mencapai Rp 13,8 triliun selama periode dari tahun 2006-2008. Sekalipun sempat mengajukan banding ke tingkat MA, tetapi pihak MA menolak gugatan tersebut.

Penutup
Rasanya akan menghabiskan cukup banyak halaman apabila menyebutkan satu per satu praktik kartel dalam industri di Indonesia saat ini. Praktik kartel berlangsung dan dilakuan di seluruh sektor perekonomian, tidak terkecuali pula sektor pertanian, pertambangan, dan migas. Belum lama ini, pihak KPPU tengah melakukan investigas terhadap adanya indikasi kuat praktik kartel dalam pengadaan komoditi bawang putih dan pengadaan (impor) daging sapi. Mereka memiliki sendiri asosiasi atau organisasi yang mewadahi kepentingan ekonomi mereka. Agenda mereka cukup jelas, mengatur penetapan harga jual dan kuota (pasokan) ke dalam negeri. Sekalipun legalitas mereka masih bisa sesuai dengan undang-undang, tetapi keberadaan mereka terbukti telah membuat kekisruhan atau kekacauan harga maupun pasokan komoditi di dalam negeri.

Sama halnya dengan upaya untuk melakukan pemberantasan korupsi, untuk memberantas praktik kartel maupun trust membutuhkan kemauan politik (political will) dari pemerintah. Dibandingkan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), lembaga komisioner seperti KPPU relatif kurang populer di kalangan masyarakat. Padahal, isu kartel sesungguhnya cukup dekat, bahkan berdampingan maupun beriringan dengan kepentingan politik di dalam isu-isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menghadapi praktik kartel. Pada tahun 2001, sejumlah konsumen pengguna telepon seluler di Surabaya sempat melakukan ancaman pemboikotan regional terhadap sejumlah operator seluler. Aksi serupa terjadi lagi di tahun 2012 atas indikasi mafia (kartel) di dalam penyediaan layanan spam. Sejumlah kalangan konsumen menggalang kampanye mengajak masyarakat untuk memboikot penggunaan layanan telepon seluler. Sayangnya, persatuan sikap konsumen seperti ini tidaklah selalu ada dalam setiap kasus kartel atas komoditi tertentu. Di sinilah titik kekuatan para pelaku kartel maupun trust, yaitu posisi tawar di antara produsen dan konsumen. Lembaga perlindungan konsumen tidak selalu dapat menjamin, karena sikap ataupun keputusan dari lembaga perlindungan konsumen tidak selalu mendapatkan dukungan politik dari penyelenggara negara.
 

BUDIDAYA JAMUR LING ZHI / REISHI / GANODERMA LUCIDUM BAGIAN 3

Tahapan Budidaya

Tahapan budidaya jamur Ling zhi relatif sama dengan jamur kayu lainnya yaitu  meliputi persiapan media (substrat), pencampuran media, pengomposan, pengantongan (logging), sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan tubuh buah, dan panen.

1. Persiapan Media
Beberapa formula media tanam jamur Ling zhi yang dapat digunakan diantaranya :

Serbuk gergaji Dedak Jagung Urea TSP Air kelapa Kapur
Formula 1 80% 15% 5% 1% _ 5% 5%
Formula 2 80% 10% 10% _ _ 5% _
Formula 3 100 kg 10 kg _ _ 0,5 kg _ 1 kg
Formula 4 100 kg _ _ 0,6 kg 0,5 kg _ 1 kg
Formula 5 100 kg 10 kg _ _ _ 5 liter 1 kg
2. Pencampuran media
Bahan-bahan untuk media tanam harus tercampur dengan baik dan diaduk sehomogen mungkin dengan penambahan  air. Pemberian air harus pas. tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Indikator penambahan air yang cukup yaitu jika media digenggam kemudian genggaman dibuka media tidak sampai hancur (menggumpal) tetapi ketika di kepal  media tidak sampai meneteskan air. Biasanya untuk 100 kg serbuk gergaji kering, diperlukan dua ember air atau kadar air antara 60-70%.
3. Pengomposan
Setelah media tanam tercampur dengan baik, selanjutnya lakukan proses pengomposan. Pengomposan harus dilakukan di tempat yang bersih. Media dapat dikomposkan dengan dua cara, pertama  pengomposan dapat dilakukan dengan menyimpan media langsung di atas lantai yang bersih kemudian di tutup dengan terpal, plastik, atau karung goni. Cara kedua dengan memasukkan media tanam ke dalam karung goni dan disimpan di tempat yang bersih dan terlindung. Pengomposan dilakukan selama 2-5 hari dan diaduk setiap hari.
Proses pengomposan dapat membantu mengurangi kontaminasi oleh mikroba liar dan juga membantu penguraian beberapa senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh jamur tiram. Proses pengomposan yang baik akan menghasilkan media tanam yang steril dan menghasilkan suhu media hingga 70°C.
4. Pengantongan (logging)
Pengantongan media tanam dilakukan dengan memasukkan media ke dalam kantung plastik polipropilen (PP) tahan panas. Proses tersebut harus dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan pendinginan. Ukuran kantung plastik yang digunakan bervariasi dari ukuran kecil hingga besar. Kantung plastik diisi media sebanyak ¾ bagian kemudian dipadatkan secara manual ataupun dengan mesin pengepres. Setelah itu  bagian atas diberi ring bambu/pipa PVC dan di tutup dengan kapas sebagai tempat memasukkan bibit atau tempat keluarnya jamur. setelah itu diikat dengan karet.
5. Sterilisasi/pasteurisasi
Sterilisasi/Pasteurisasi dapat dilakukan dengan menggunakan drum bekas minyak tanah yang diberi alas pemisah untuk memisahkan air dan media tanam. Media tanam yang telah dipadatkan disusun dalam drum lalu dikukus selama ±8 jam dengan suhu 80-100 °C. Proses sterilisasi bertujuan untuk menghasilkan media yang bebas hama dan penyakit serta menghilangkan asam dan racun berbahaya. Setelah sterilisasi, media tanam dibiarkan dingin secara perlahan hingga sama dengan suhu ruang.
6. Inokulasi Bibit
Inokulasi merupakan proses penanaman bibit ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik /steril. Usahakan ruangan sebersih mungkin. Bila memungkinkan peralatan maupun ruangan isolasi disemprot alkohol terlebih dahulu. Selama proses ini usahakan menutup mulut dengan masker atau minimal tidak berbicara berlebihan untuk menghindari kontaminasi yang berasal dari uap mulut.
Suhu yang baik untuk melakukan inokulasi yaitu ketika media tanam berada pada suhu 27°C-38°C atau kondisi hangat-hangat kuku. Jika suhu media tanam dibawah 26°C, pertumbuhan bibit dan miselium menjadi tertunda. Sedangkan jika suhu di atas 39°C, bibit jamur dan miselium akan mati.
Inokulasi dilakukan dengan memasukkan bibit  sebanyak 1-3 sendok makan ke dalam lubang yang telah diberi cincin bambu/pipa atau bisa juga dengan menebarkannya di atas permukaan media hingga merata kemudian menutup kembali lubang ring bambu dengan kapas.
Setelah diberi inokulan (bibit), media ditutup kembali. Media yang sudah steril jangan dibiarkan terlalu lama terkena udara luar karena dapat mengakibatkan kontaminasi hama, penyakit atau tumbuhnya spora jamur lain yang tidak diinginkan.
7. Inkubasi
Baglog  yang telah diinokulasi bibit jamur selanjutnya diinkubasi di dalam ruangan/kumbung jamur yang bersih. Inkubasi dilakukan dengan menempatkan baglog pada permukaan rak. Baglog dapat disusun dengan cara dimiringkan dan ditumpuk sehingga mulut baglog mengarah ke luar rak, atau diatur berbaris dengan mulut baglog mengarah ke atas.
Pada masa inkubasi, suhu ruang/kumbung jamur dijaga antara 24°C-28°C, dengan kelembaban udara 80%-90%. Pertumbuhan miselium ling zhi yang baik ditandai dengan miselium berwarna putih yang tumbuh merata keseluruh media tanam. Setelah 30-50 hari masa inkubasi, miselium sudah memenuhi media tanam. Selanjutnya kapas dan cincin penutup dilepaskan dan lakukan pemeliharaan baglog dengan melakukan penyiraman agar suhu dan kelembaban ruangan tetap dalam kondisi optimal.
8. Panen dan Pasca Panen
Ling zhi termasuk jamur yang memiliki pertumbuhan yang lambat tetapi memiliki ketahanan terhadap kondisi kering. Ling Zhi baru bisa dipanen setelah 2,5 bulan setelah pembukaan kapas dan cincin penutup. Rentang waktu 5-7 hari, primordia/bakal tubuh buah mulai terlihat. Tudung jamur yang berwarna putih, semakin lama semakin melebar dan membesar dan akan tetap berwarna putih hingga umur 2 bulan. Selanjutnya sedikit demi sedikit permukaan tudung jamur akan berubah menjadi  merah yang merupakan tanda jamur sudah dapat di panen.
Rial Aditya & Winda Agustiani

 

 

BUDIDAYA JAMUR LINGZHI / REISHI / GANODERMA LUCIDUM BAGIAN 2

Habitat Hidup Jamur Ling Zhi

a) Lokasi
Di alam,  jamur ling zhi merupakan parasit pada kelapa sawit. Oleh karena itu secara umum habitat/lokasi  yang cocok untuk pertumbuhan kelapa sawit akan cocok untuk pertumbuhan jamur ling zhi.
Ling zhi dapat dibudidayakan di dataran rendah sampai ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Di atas ketinggian 600 m Ling Zhi masih dapat tumbuh dengan baik hanya saja umur panennya  menjadi lebih lama  sedangkan di dataran rendah pertumbuhan jamur Ling zhi  akan lebih cepat dan produksinya lebih banyak.

b) Suhu dan kelembaban
Suhu optimal untuk pertumbuhan Ling zhi yaitu 24 – 30°C dan kelembaban 80 – 90%.
c)      Media tanam
Media tumbuh  jamur ling zhi seperti halnya jamur kayu lainnya yaitu bahan yang mengandung selulosa dan lignin. Salah satu media yang umum digunakan yaitu  limbah serbuk gergajian. Serbuk kayu albasiah merupakan jenis serbuk yang banyak digunakan untuk media tumbuh jamur karena sifatnya yang lunak dan mudah lapuk. Serbuk gergaji yang digunakan harus dalam keadaan bersih dan tidak mengandung getah. Selain itu sebaiknya serbuk disaring/diayak terlebih dahulu agar pertumbuhan miselium merata.
Selain serbuk gergaji, perlu juga ditambahkan bahan-bahan lainnya agar nutrisi dalam media tanam mencukupi untuk menghasilkan pertumbuhan jamur yang baik dan optimal. Bahan bahan yang dapat ditambahkan diantaranya dedak, biji-bijian seperti jagung, millet, ataupun beras, air kelapa untuk menggantikan pupuk kimia, serta kapur untuk menjaga pH media tetap netral.
Rial Aditya & Winda Agustiani

 

 

BUDIDAYA JAMUR LING ZHI / REISHI / GANODERMA LUCIDUM BAGIAN I

Sejarah Ling Zhi
Ling zhi (Cina), reishi (Jepang) atau yeongji (Korea) adalah jamur yang termasuk dalam jenis Ganoderma lucidum. Berdasarkan sejarah Cina, ling zhi pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang bernama Seng Nong. Ia dijuluki sebagai petani yang suci (holyfarmer). Menurut Seng Nong, hal terpenting dari sebuah tanaman obat adalah bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan efek samping. Sekitar 2400 tahun yang lalu, pada masa Dinasti Shu, ling zhi sangat langka dan hanya digunakan untuk pengobatan raja-raja dan bangsawan di Cina. Kasiar Shih Huang Ti (259-210 SM), pendiri tembok besar Cina, juga menggunakan jamur ling zhi sebagai obat hidup abadi.

Sejak tahun 1971, Yukio Naoi, seorang peneliti dari Kyoto, Jepang, mulai membudidayakan jamur ling zhi. Yukio Naoi akhirnya berhasil menemukan cara untuk membudidayakan jamur ling zhi, yaitu dengan menggunakan limbah pertanian dan kayu-kayu yang sudah lapuk.
Khasiat Jamur Ling zhi
Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengkonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit.
Dari berbagai penelitian yang dilakukan di berbagai negara, ling zhi berkhasiat sebagai herbal anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-alergi, antioksidan, anti-inflamasi, anti-hepatitis, analgesik, anti-HIV, serta perlindungan terhadap liver, ginjal, hemoroid atau wasir, anti-tumor, dan sistem imun (kekebalan tubuh).
Penelitian membuktikan bahwa jamur ling zhi mengandung berbagai senyawa yang berkhasiat bagi tubuh manusia. Senyawa-senyawa tersebut diantaranya adalah berbagai jenis polisakarida, adenosine, asam ganoderat, triterpenoid, peptidoglikan, fiber, protein dan sejumlah vitamin seperti vitamin E, C, B3, B6, B12 dan mineral.
Polisakarida (beta-D-glukan, glukorono-beta-D-glukan, arabinoxylo-beta-D-glukan, dll) dalam jamur ling zhi dapat mencegah kanker dan merangsang pertumbuhan sel T dan interleukin 2 yang merupakan sistem pertahanan tubuh yang berfungsi menyerang dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi.
Senyawa asam ganoderat dapat menurunkan kadar gula dalam darah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu, senyawa-senyawa tersebut dapat digunakan untuk menguatkan fisik, melancarkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, bahkan dapat mengembalikan fungsi ginjal menjadi normal.
Ling zhi dapat mengurangi proteinuria atau adanya protein dalam urin karena kerusakan ginjal dan kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia). Pada wanita, ling zhi dapat mengobati penyakit keputihan, dismenorea, menstrual cramps, menopause dan kemandulan. Dengan kata lain, hingga saat ini ling zhi diketahui dapat menyembuhkan sekitar 150 macam penyakit antara lain: impotensi, stroke, diabetes, tumor, hipoksia, kanker, hepatitis ABC, jerawat, insomnia, penyakit kulit, rematik, kolesterol, jantung, tekanan darah tinggi, wasir, migrain, ginjal, asma, hemorrhoid dan carebomalacia.
Winda Agustiani
 

Recent Posts